Pak Budi merupakan salah seorang dari sekian ribu peternak
ayam broiler memalui sistem kemitraan. Beliau adalah warga Desa Gadingkulon Kecamatan
dau Kabupaten Malang. Sudah sejak sepuluh tahun yang lalu beliau menggeluti
pekerjaan ini tanpa mengenal rasa lelah atau bosan walaupun harga daging ayam broiler
mengalami fluktuasi. Apalagi kebutuhan akan sumber protein dari ayam broiler
ini semakin hari semakin naik sesuai dengan perkembangan penduduk yang makin
bertambah.
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Rabu, 15 April 2015
Selasa, 14 April 2015
Lebatnya Cabe Merah P. Darmo
Cabe Merah P. Darmo
Di saat musim kemarau kemarin (2014),
kondisi tanaman sayuran banyak yang gagal panen karena kondisi cuaca yang
ekstrem. Puncak kemarau kemari menjadi puncak merebaknya penyakit dan virus
seperti ulat, dan drip (keriting). Di Desa Gadingkulon Kecamatan Dau Kabupaten
Malang rata-rata petani di sana menanam cabe merah, bawang merah dan brongkol.
Mereka sudah membayangkan akan hasil penen yang nanti diraupnya. Maklum harga
sayur mayur saat itu cukup mahal, apalagi cabe rawit (80 – 90 ribu), cabe merah
waktu itu tembus 40 ribu. Namun, bayangan keuntungan itu ternyata tinggal
impian karena tanaman mereka gagal panen karena penyakit dan virus.
Jumat, 10 April 2015
Bio Teknologi Bionutren dan Fertilizer
Inovasi dunia peternakan dan perikanan
Bionutren dan Fertilizer
Dengan semakin berkembangnya dunia peternakan dan perikanan, maka semakin besar pula daya saing di kalangan peternak atau pun petambak. masing-masing ingin hasil ternak maupun tambaknya bagus sehingga menghasilkan produk yang berkualitas tinggi. Dengan produk yang berkualitas tinggi, maka akan menghasilkan daya jual yang tinggi pula.
Senin, 09 Juni 2014
Menanti Pengumuman Hasil UN SMP 2014
Menanti Pengumuman Hasil UN SMP
UN adalah salah satu bentuk sistem evaluasi dalam dunia pendidikan pada tingkat pendidikan dasar dan pendidikan menengah di Indonesia yang telah disesuaikan dengan standard pencapaian nasional. Langkah kerja ini dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar-mengajarselama ini.
Kamis, 05 Juni 2014
Jalan Terjal Menuju RI 1
Genderang kampanye
pilpres sudah ditabuh sejak kemarin, 5 Juni 2014. Masing-masing calon pasangan
capres dan cawapres sudah menyiapkan strategi dan jurus-jurus jitu untuk dipaparkan agar rakyat
tahu program-program yang diandalkan untuk menuju Indonesia lebih baik. Selain itu,
rudal-rudal juga sudah siap diluncurkan untuk membombardir lawan pasangan calon
sebagai upaya pelemahan citra di mata rakyat indonesia.
Jauh sebelum genderang kampanye pilpres ditabuh, sebenarnya
kampanye sudah bergulir. Hal ini dapat kita lihat di berbagai media baik
elektonik maupun cetak. Media-media tersebut terus mengembar-gemborkan
masing-masing calon pasangan capres dan cawapres dengan segala keunggulannya. Sebenarnya
secara aturan hal ini tidak dibenarkan karena termasuk “black campaign” atau kampanye
hitam. Tetapi KPU sendiri tidak mampu mencegah hal tersebut.
Bentuk “black
campaign” yang paling fenomenal adalah melalui media sosial seperti face
book, instagram, BBM, twitter, dan lain-lain. Pihak-pihak yang melakukan “black
campaign” ini sebagian besar adalah pendukung pasangan capres dan cawapres.
Dengan memanfaatkan media-media sosial tersebut pendukung mengungkapkan keunggulan-keunggulan
pasangan calon yang didukungnya agar rakyat terpikat dan memilih calon pasangan
tersebut. Sebaliknya, kepada calon pasangan yang merupakan lawan pasangan calon
mereka berusaha mancari titik-titik kelemahan atau aib yang pernah diperbuat
mereka sebagai upaya pelemahan terhadap calon pasangan tersebut. Dengan harapan
agar rakyat tidak memilih calon pasangan tersebut.
Hal-hal yang diungkapkan oleh masing-masing pendukung tentunya ada yang
benar sesuai fakta ada pula tidak sesuai fakta atau opini saja. Tidak jarang pula
hal-hal yang disampaikan oleh pengunggah postingan pada media sosial tersebut merupakan
pencitraan semata atau bahkan ada yang berupa
fitnah. Para pendukung calon pasangan
yang fanatik akan menghalalalkan bebagai macam cara untuk memenangkan calon
pasangan yang didukungnya. Jika dalam postingan merupakan kenyataan itu tidak
menjadi masalah. Akan tetapi, jika postingan itu merupakan fitnah semata dengan
maksud untuk menyudutkan atau melemahkan lawan calon pasangan tentu ini menjadi
masalah karena bisa menyesatkan dan membuat masyarakat termakan oleh fitnah tersebut.
Fitnah dalam aturan masyarakat
manapun atau agama apapu hukumnya dilarang. Terlebih dalam agama Islam, Fitnah
itu termasuk dalam tingkatan dosa besar dan disebutkan dala al Quran dosanya
lebih besar dari dosa membunuh orang. Karena fitnah hubungan antarpersonal,
antarkeluarga, antarorganisasi, bahkan dalam sebuah negara bisa timbul
perpecahan sehingga menimbulkan konflik multidimensi. Jika ini terjadi di
negara kita, bisa saja kondisi negara kita seperti di Suriah, Mesir, Thailand,
dan lain-lain. Jika hal ini terjadi, akankah kita bisa hidup tenang? Jawabnya tentu
tidak. Kita tentu tidak ingin negara kita menjadi ajang konflik atau ajang
peperangan.
Oleh karena itu, marilah kita jaga kerukunan dan keselarasan hidup yang
telah terbina dalam keberagaman ini dengan mengutamakan ketinggian budi pekerti dan menerima kelemahan orang lain sebagai
bahan evaluasi, bukan sebagai media untuk saling mencaci. Marilah kita sudahi
bentuk-bentuk “black campaign” yang cenderung tidak bertanggung jawab dan dapat merusak opini masyarakat.
Marilah kita sukseskan suksesi presiden dan wakil prsiden kali ini dengan penuh
kedamaian. Sehingga kita bisa menjadi bangsa yang bermartabat baik di negeri
sendiri dan di mata dunia.
Langganan:
Postingan (Atom)





